Adakah muslim ekstrim?

Lima hari yang lalu atau tepatnya tanggal 23 Juli 2008 aku ditelpon seorang teman SMA-ku, teman seperjuangan ketika dulu ikut tes Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Akan tetapi kami berdua akhirnya tidak melanjutkan ke sekolah tersebut, aku memutuskan untuk kuliah di ITB sedangkan temanku tersebut memutuskan untuk menjadi tentara dan mengikuti pendidikan militer di Bandung juga. Setelah berbasa-basi, aku iseng bertanya kepada dia :

“Kapan mau nikah?” tanyaku

“Nikah!?! Wah nanti dulu aja lah. Pengin nikmatin masa muda dulu. Kalo nikah nanti udah gak bebas lagi, hehehe….”, jawabnya

”Lho bukannya kamu sekarang udah punya penghasilan? Wah kalau aku jadi kamu mungkin aku udah nikah, hehehe…”, balasku dengan nada agak meledek

”Belum siap euy. Masih ada tanggungan adik. Lha kamu emang mau nikah kapan?!” jawabnya

”O…sama dong. Aku insya allah bulan 2011, mohon doanya aja! Ngomong-ngomong masih dengan pramugari itu gak?” tanyaku

”Wah! Udah lama putus, 2 bulan yang lalu. Mau nyariin lagi apa?” katanya

”Emm…kalau berjilbab lebar gimana? Hehehe….”, kataku dengan nada bercanda

”Boleh, gak apa-apa berjilbab.” jawabnya

”Serius nih?” tanyaku lagi

”Yah, berjilbab boleh asal jangan terlalu ekstrim!” jawabnya

Ekstrim yang gimana maksudmu?” tanyaku walaupun sebenarnya sudah ada gambaran ekstrim apa yang dia maksud.

”STMJ,” jawabnya.

”Apa itu STMJ?” tanyaku

”Shalat Terus Maksiat Jalan,” katanya sambil tertawa

Astaghfirullahal ’adziim, batinku ingin menangis mendengar kata itu

Yah, itulah sepenggal percakapan kami. Menurut anggapan temanku, wanita yang berjilbab lebar, sering membawa dan membaca Al-Qur’an atau laki-laki yang berjenggot itu identik dengan ekstrim. Mungkin anggapan tersebut tidak hanya dari temanku tapi dari sebagian besar orang. Anggapan seperti itu juga dulu pernah aku rasakan. Dulu aku pernah merasa canggung dan gak enak kalau melihat laki-laki yang berjenggot atau wanita yang berjilbab besar dan lebar. Hal ini tidak lain karena dulu aku dididik islam itu hanya sebatas shalat, mengaji, masjid, dan aktivitas membosankan menurut kebanyakan orang. Islam dianggap tidak mengatur hal-hal yang sifatnya duniawi. Dulu aku percaya dengan sumber hukum Islam yaitu Al-Qur’an, Sunnah, dan Ijtihad tetapi menjalankan beberapa perintah sedangkan perintah yang lain kutinggalkan.

Padahal Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah : 208

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.

Islam meliputi berbagai aspek kehidupan baik ibadah, pendidikan, ekonomi, politik, seni, bahkan aktivitas yang sederhana mulai bangun tidur, mandi, kuliah/belajar, makan, minum. Jadi tidak ada aspek kehidupan yang tidak terlingkupi oleh islam. Islam itu ada untuk mengatur hidup manusia agar selamat dan sejahtera.

Sayyid Qutb di dalam buku Petunjuk Jalan mengatakan Islam tidak hanya sebatas ritual dan teori saja tetapi harus ditunjukkan kepada ummat lewat bukti nyatanya. Dan bukti nyata itu sudah dilakukan semuanya oleh Rasulullah SAW. Pertanyaannya adalah sekarang kan Rasulullah SAW sudah tidak ada. Nah, di sinilah peran dari menjadi ahli ilmu Al-Qur’an, dan Sunnah. Sementara itu, untuk menjalankan teori-teori itu, diperlukan pionir-pionir yang dengan sekuat tenaga dan bersemangat memperjuangkannya. Pionir-pionir yang kebanyakan orang menganggapnya sebagai muslim yang ’ekstrim’ padahal julukan itu tidak selayaknya ditujukan kepada mereka karena julukan tersebut identik dengan kekerasan dan tidak toleran. Pionir-pionir yang insya allah berjuang atas nama Allah Rabb semesta alam. Masih pantaskah muslim yang benar-benar berjuang untuk memperjuangkan dan mengejawantahkan islam dalam kesehariannya karena melihat kebobrokan ummat dan ketidakmampuan sistem selain islam menjadi solusi atasnya mendapat julukan ’ekstrimis’ ? Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemampuan kepada diri yang lemah ini untuk selalu mengkaji islam dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.



13 Tanggapan

  1. gozwul fikir kali ya ^ ^?
    btw, apa nyambungnya STMJ ama muslim ektrim = =a

  2. salam hangat
    sandibayuperwira.wordpress.com

  3. menurut sy, ga bener klo muslim yg taat dikatain ekstrem.
    sepertinya itu komentar dari org2 yang belum siap sama islam yg sebernarnya

  4. tapi kalo diliat temen antm sma yang dari sma itu dia pernah ikut liqo dan mungkin dia juga punya pengalaman tersendiri kenapa dia menyebut STMJ dan an kira dia juga nggak salah hanya saja mungkin karena belum tau saja

  5. @joko_ndokondo

    sepakat mas,, sebenarnya saudara2 kita tsb hanya belum paham saja. dan adalah tugas kita untuk memberikan pemahaman kpd mereka

  6. STMJ = Shalat Terus Maksiat Jalan , aku kira maksudnya orang sering melakukan shalat, tapi di lain pihak dia juga selalu melanggar hukum agama, kayak koruptor, shalatnya memang rajin, tapi korup jalan terus , mungkin untuk orang-orang seperti itu maksudnya STMJ

  7. haha… ada yah? well, mungkin ada.

  8. Mif,q kagum ma km.Km sjak SMP memang anak yg pntr,n rajin.Stidakny itu yg kutahu saat q sekelas ma km.Isih inget q ga?cah srumbung

  9. Emg bnr skrg bnyk org yg slh phm tntng islam,bahkan dianggap terorist.yg penting slalu aplikasikan ajaran islam yg benar dlm hidup kita sehari2.

  10. numpang lewat… nuwun sewu, hehehe😀

    ya emang gitu lah dek. banyak lah, ga cuma temen miftah aja mungkin yg berpendapat ky gt. hidayah Allah belum sampe aja..🙂

    izin nge-link ya..

    -http://mozaikperadaban.co.cc-

  11. dunia kan bukan cuma dihuni oleh orang-orang yang udah ngerti soal agama aja….jadi ya…tepo sliro wae to..?? syukur-syukur bisa ngingetin…bukannya begitu?? Satu orang dengan satu pikiran itu udah pasti…tiap orang punya penilaian tentang orang lain…mau begini, begitu…but the show must go on..ya nda??? ngapain mikirin apa yang dipikirin orang lain kalo pikiran kita sendiri blom bener… hehehe…ga ngerti ding!!! piss ah!!!
    link ya…

  12. padahal justru yg gak solat+maksiat jalan lebih ekstrim lagi,,, mending yang solat jalan maksiat berhenti😉

  13. ternyata ada berbagai makna dari kata ekstrim ya?
    yang STMJ emang melibatkan 2 sisi ekstrim sih..sholat iya, maksiat juga..
    cuman yang ekstrim menurut gw sih yang tipe2 menganggap dirinya paling benar..padahal mereka sama2 manusia juga..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: