Judul Buku : “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan”
Pengarang : Salim Akhukum Fillah
Kategori : Akhlak
Penerbit : Pro-U Media
Tahun Terbit : 2003
Edisi : November 2006
Waktu baca : 10-11 Agustus 2007
Kesan : Alhamdulillah…Insya Allah begitu romantis dan barokahnya keluarga
yang dibingkai dengan akhlak mulia dari sepasang insan
yang sama-sama mengharapkan surga-Nya. Emm…kapan
ya kira2?
Resensi :
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan
Fitrah manusia adalah diciptakan berpasang-pasangan. Sepasang insan tersebut saling memberi dan menerima untuk menemukan ketentraman hidup. Tentu saja yang diinginkan oleh Sang Khaliq adalah ketentraman yang berlandaskan tuntunan-Nya yaitu Islam. Media yang sangat sesuai untuk mengekspresikannya adalah melalui ikatan pernikahan yang sesuai dengan teladan Rasulullah SAW.
Sekarang ini banyak orang yang mempunyai paradigma bahwa pernikahan bahagia harus didahului dengan pacaran. Alih-alih untuk saling mengenal dan memahami, mereka melupakan tuntunan Islam bahwa pacaran yang benar adalah setelah dalam ikatan pernikahan. Saling pandang, pegangan tangan, cumbu rayu maupun canda tawa yang tadinya haram dan sangat terlarang, menjadi halal dan justru ibadah yang sangat dianjurkan.
“Dengan menikah maka sempurnalah setengah agama manusia”, demikianlah sabda Rasulullah SAW. Begitu tingginya esensi pernikahan sehingga dibutuhkan persiapan untuk menggapainya. Persiapan itu baik dari segi pengetahuan agama, mental, maupun ekonomi sehingga kelak akan dari sini akan lahirlah keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Amin
Akhirnya buku ini dipersembahkan untuk mereka yang akan menikah sehingga menjadi lebih mantap dalam menyambutnya maupun yang sudah menikah sehingga menjadi keluarga yang lebih barokah. Dengan meneladani perilaku Rasulullah terhadap istri dan anaknya, Insya allah akan lahirlah keluarga-keluarga Islam yang romantis, barokah, dan menjadikan keluarganya sarana untuk menggapai surga-Nya yang kekal.
DIarsipkan di bawah: Koleksi buku
Menikah merupakan solusi terbaik bagi mereka yg takut terjerumus ke dalam lembah zina.Baik itu zina secara fisik itu sendiri maupun zina2 yg tidak tampak tapi, efeknya jauh lebih buruk semisal zina hati, mata, fikiran, dll. Yah, segeralah menikah bagi siapa saja yg sudah siap (materi&ilmu). Jika belum, perbaikilah dirimu niscaya kau akan mendapatkan yang terbaik sebagai balasan dari ikhtiarmu itu. Allah tahu yang terbaik untukmu. Manfaatkan masa penantian dengan senantiasa memperbanyak keterampilan diri, ilmu untuk mengarungi bahtera itu,dll. Jangan kau racuni hati & fikiranmu dengan hal2 yg belum saatnya kau fikirkan. Yakinlah, dia akan datang bahkan tanpa kau sempat menduganya. So, you must go on…(Sebuah Nasehat Diri)
alhamdulillah, dengan adaya buku ini semoga remaja bisa mengimplementasikan, demi kebahagiaan mereka yang luar biasa…
saya semakin ingin mengecapi indahnya berumah tangga bersama orang yang sangat saya kagumi. mudah mudahan akan segera terlaksana. Amin Ya Allah…….
baarokallahu laka..
Nice show, but I’m not buying. Marriage is stupid anyway.
you are wrong, let your self stay in the halley sin