<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Fiqh Birrul Walidain</title>
	<atom:link href="http://miftachudin.wordpress.com/2007/11/03/fiqh-birrul-walidain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://miftachudin.wordpress.com/2007/11/03/fiqh-birrul-walidain/</link>
	<description>Jadikan Setiap Desahan Nafas Bermanfaat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 06:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Wwk.com</title>
		<link>http://miftachudin.wordpress.com/2007/11/03/fiqh-birrul-walidain/#comment-9</link>
		<dc:creator>Wwk.com</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 05:57:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://miftachudin.wordpress.com/2007/11/03/fiqh-birrul-walidain/#comment-9</guid>
		<description>Berhadapan dengan sosok bernama orang tua, tentu tidaklah sama dengan orang lain. Bila kita bisa leluasa &#039;menceramahi&#039; orang lain, maka tidak demikian dengan orang tua. Bagaimanapun mereka tetap orang tua kita yg mana mengerti betul kita dari lahir.Sehingga perubahan atas diri kita yg notabene mengarah pada suatu &#039;progress +&#039;atau sering dikenal dengan istilah &#039;hijrah&#039; seringkali belum bisa diterima jika penyampaiannya tidak baik. Seringkali kita terjebak pada menyamakan pola penyampaian pesan kepada orang lain kemudian diterapkan sama terhadap orang tua. Tak ayal, mereka bukannya tercerahkan tapi malah &#039;mental&#039; dari apa yg kita sampaikan. Setiap perkataan bernada dakwah, sering disalahartikan dengan kata &#039;sok nggurui&#039;. So, smart solutionnya adalah &#039;keteladanan&#039;. Yah, daripada perang mulut yg kadang malah tidak melahirkan titik temu kenapa kita tidak memberikan contoh nyata?Tentu dengan tidak mengabaikan penyampaian secara lisan, biar mereka juga mengetahui apa maksud perilaku qt itu,tapi harus dengan perkataan yg baik pula. Istilah kerennya&quot;Qoulan Sadiida&quot; Harus diingat pula, kita tetap harus berpegang pada prinsip kebenaran kalau memang orang tua menyuruh qt melakukan tindakan yg bertentangan dg Islam. Yah, memang dibutuhkan kesabaran ekstra untuk bisa &#039;ngemong&#039; sosok bernama orang tua. 4WI...maafkan diri ini yg kadang lepas kendali kalau sudah terjun ke lapangan. Moga Q bisa menjadi anak yg bisa menjadi penyelamat ayah ibuku dari kobaran api neraka, bukan malah menjerumuskan mereka kedalamnya. Amien.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berhadapan dengan sosok bernama orang tua, tentu tidaklah sama dengan orang lain. Bila kita bisa leluasa &#8216;menceramahi&#8217; orang lain, maka tidak demikian dengan orang tua. Bagaimanapun mereka tetap orang tua kita yg mana mengerti betul kita dari lahir.Sehingga perubahan atas diri kita yg notabene mengarah pada suatu &#8216;progress +&#8217;atau sering dikenal dengan istilah &#8216;hijrah&#8217; seringkali belum bisa diterima jika penyampaiannya tidak baik. Seringkali kita terjebak pada menyamakan pola penyampaian pesan kepada orang lain kemudian diterapkan sama terhadap orang tua. Tak ayal, mereka bukannya tercerahkan tapi malah &#8216;mental&#8217; dari apa yg kita sampaikan. Setiap perkataan bernada dakwah, sering disalahartikan dengan kata &#8217;sok nggurui&#8217;. So, smart solutionnya adalah &#8216;keteladanan&#8217;. Yah, daripada perang mulut yg kadang malah tidak melahirkan titik temu kenapa kita tidak memberikan contoh nyata?Tentu dengan tidak mengabaikan penyampaian secara lisan, biar mereka juga mengetahui apa maksud perilaku qt itu,tapi harus dengan perkataan yg baik pula. Istilah kerennya&#8221;Qoulan Sadiida&#8221; Harus diingat pula, kita tetap harus berpegang pada prinsip kebenaran kalau memang orang tua menyuruh qt melakukan tindakan yg bertentangan dg Islam. Yah, memang dibutuhkan kesabaran ekstra untuk bisa &#8216;ngemong&#8217; sosok bernama orang tua. 4WI&#8230;maafkan diri ini yg kadang lepas kendali kalau sudah terjun ke lapangan. Moga Q bisa menjadi anak yg bisa menjadi penyelamat ayah ibuku dari kobaran api neraka, bukan malah menjerumuskan mereka kedalamnya. Amien.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
